Abah saya penyandang diabetes selama 16 tahun, jantung dan terakhir terserang stroke. Sebagai hamba Allah, kami tetap berikhtiar untuk tetap mencari kesembuhan.
Berbagai pengobatan telah dilakukan, keluar masuk rumah sakit dan pengobatan alternatif.
"Bapak mengalami gagal ginjal dan harus menjalani proses cuci darah," keterangan Dokter itu bagai petir di siang hari, bagi orang awan, khususnya keluarga kami, vonis dokter itu, hemodialisa bagai hukuman mati. Kami membayangkan ini bagai menunggu waktu saja. hal itu sulit dibayangkan. Setelah mendapatkan penjelasan secara rinci, barulah kami bersedia. Abah melakukan hemodialisa rutin seminggu dua kali. Subhanallah, ternyata banyak terjadi berubahan, badan abah menjadi normal kembali serta lebih sehat.
Bapak tercinta, selalu tabah menjalani cobaan |